Kubu Arsenal makin tersinggung karena Chelsea terkesan membeli prestasi. Tak bisa disangkal, kebangkitan The Blues memang sangat terpengaruh oleh totalitas sang pemilik, Roman Abramovic, yang tak henti mengucurkan uangnya demi mendatangkan para bintang dan pelatih berkualitas. Percikan hebat terjadi pada awal musim 2006-07. ketika The Blues membajak bek kiri Ashley Cole dari The Gunners dengan cara yang dinilai kurang ajar. Para fans Arsenal pun tersulut. Buktinya dalam survey yan dilakukan foot ball Fan Census pada medio 2009, The Blues sudah diposisikan sebagai rival utama bersama Tottenham Hotspur.
Sesuai survey itu, Chelsea dan Tottenham mendapatkan 32 persen suara masing masing. Sementara Manchester United hanya menjadi rival ketiga dengan hanya 15 persen suara. Menariknya, para fans Chelsea tak menilai The Gunners sebagai rival. Faktanya, mereka lebih membenci Liverpool (52%), Manchester United (16%), dan Tottenham (10%). Para pemain Chelsea pun punya pandangan sama. Tak percaya? Simak saja pernyataan kapten John Terry saat musim ini akan bergulir. Dia sama sekali tak menyinggung Arsenal sebagai rival dalam perebutan gelar. “Aku cemas terhadap komposisi tim musim ini. Semua tim melakukan penguatan. Manchester United dan Manchester City telah mendatangkan beberapa pemain bagus. Demikian pula dengan Liverpool, “ungkap dia. Itu jelas menyulut amarah The Gunners, “Klub seperti Man. City mengubah filosofi mereka setiap tahunnya dan Chelsea membelanjakan uang 80 juta euro. Mereka terlalu berkoar sebelum musim berjalan. Mereka mengira Arsenal tak akan berdaya. Padahal, kami masih ebrada di depan mereka!” tandas striker Robin Van Persie.
Sika sengit pemain dan fans Arsenal itu tak terlepas dari fakta bahwa roda telah terbalik. Jika dulu Chelsea selalu berada di belakang Arsenal, kini justru sebaliknya. Tak perlu jauh mencari bukti. Tengok saja peringkat kedua klub sejak 2004-05 tak pernah sekali pun The Gunners finis di atas The Blues.
Itu jelas menjengkelkan. Apalagi komposisi pemain The Gunners nyata-nyata kalah dari The Blues. Meski mengucurkan dana 61,6 juta euro di bursa transfer berkat perubahan kebijakan yang dibuat Stan Kroenke, sang pemegang saham mayoritas, kualitas pemain yang diangkut tidak setara dengan bintang yang pergi. Padahal jumlah itu adalah rekor tersendiri. Sebelumnya, belanja terbesar The Gunners adalah pada tahun 2001-02 dengan dana 50 juta euro. Itu berbeda dengan The Blues yang sanggup mendatangkan pemain berkualitas tinggi macam Juan mata dan Romelu Lukaku lewat investasi bernilai 81 juta euro di bursa transfer lalu. Ditambah tak adanya pemain pilar yang hengkang, The Blues jelas jadi lebih kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar