Kamis, 17 November 2011

Cladio Ranieri Dibakar Kenangan Lama Kontra Juventus

Artikel Bola yang memberitakan tentang Cladio Ranieri yang diibakar kenangan lama kontra Juventus, ini bisa disebut juga sebagai ajang pembalasan dendam oleh Pelatih Inter Milan tersebut. Sosok Cladio Ranieri akan menjadi figure sentral di laga Inter Milan versus Juventus. Pria berumur 60 tahun itu dipastikan hafal dengan gaya permainan I Bianconeri. Maklum empat musim lalu dia pernah dipercaya melatih Allesandro Del Piero cs. The Tinkerman, julukan Cladio Ranieri menjadi pelatih Juventus sejak musim 2007-07 sampai pekan ke 36 musim 2008-09. Dia kemudian dipecat dan digantikan oleh pelatih tim junior Juventus saat itu. Ciro Ferrara. “Dia dielngserkan karena tim tak begitu bermain bagus,” sebut Jean Claude Blanc, General Manager Juventus waktu itu. Benarkah Cladio Ranieri gagal total? Sejatinya tidak, tengok saja dari pekan ke 14 sampai dengan pekan ke 32 musim 2009-10, Cladio Ranieri sukses membawa I Bianconeri bertengger di peringkat ke dua. Dua pekan berikutnya posisi Juventus memang turun. Tapi hanya satu peringkat. Mereka masih bisa bersaing di zona Liga Champions. Meski begitu, manajemen I Bianconeri tetap menganggap gagal.
Cladio Ranieri mengaku bahwa menjelang pemecatan dirinya sikap manajemen Juventus memang telah berubah total. “Ketika saya di Juventus target scudetto baru akan diberikan pada musim kelima. Musim pertama, saya cukup bagus. Tapi pada musim kedua kurang memuaskan. Akhirnya semua jadi berubah,”beber Cladio Ranieri. Alhasil, Cladio Ranieri merasa bahwa pemecatan dirinya memang telah diseting sejak awal.
Kiper Juventus Gianluigi Buffon bercerita bahwa dua laga pamungkas Juventus pada 2008-09 sudah tidak ditangani Cladio Ranieri. Tapi kipper timnas itu meyakini, kesuksesan merebut tiket Liga Champion pada musim tersebut tak bisa dilepaskan dari kontribusi Cladio Ranieri. “Pencapaian akhir musim berkat jasa Cladio Ranieri dan semua stafnya.”ungkap Buffon. Meski hanya dua musim saja melatih Juventus, sudah cukup buat Cladio Ranieri untuk mengenal karakter calon lawannya di Derbi d’Italiano kali ini. Menurut Cladio Ranieri, standar I Bianconeri selalu tinggi. “Ketika kami ada di Juventus, anda tidak hanya diharapkan untuk menjuarai sebuah kompetisi tapi anda akan selalu dituntut untuk memenangi setiap pertandingan,” ujarnya.
Sekalipun sudah tak lagi menukangi Juventus, Cladio Ranieri masih paham dengan karakter tim tersebut. Apalagi, saat ini masih ada beberapa mantan anak didiknya yang menjadi pemain inti dalam racikan pelatih baru Juventus yaitu Antonio Conte, diantaranya adalah Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Paolo De Ceglie, Claudio Marchisio, atau Alessandro Del Piero. Bahkan empat dianatranya adalah menjadi andalan Conte mereka adalah : Buffon, Chiellini, De Ceglie dan Marchisio.
Oleh karena itulah, Cladio Ranieri sama sekali tidak gentar dalam menatap Derby d’Italiano yang akan digelar pada akhir pekan ini. Baginya, Juventus hanya merupakan sebagian kecil dari referensinya saat melatih sebuah tim. Berdasarkan pengalamannya yang sudah pernah melatih 12 klub professional, Inter tetap lebih bagus disbanding tim manapun di serie A Italia saat ini. Walau saat ini Inter tengah terpuruk, Cladio Ranieri yakin Inter bisa kembali melejit ke papan atas. Bahkan kans merih scudetto tetap terbuka lebar.
Posted by Admin - November 1, 2011 at 5:18 pm 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar